Friday, February 21, 2014

Bersamamu Malam Itu

bercengkerama berdua
senda gurau tawa canda
bersandar di teras itu
gelap terasa terang
malam semakin indah

seakan tak mau ada hari esok
seakan ingin malam itu terus bersamamu
tapi mungkin
hanya rasa ini yg menggebu

seakan tak mau ada hari esok
karena esok kau tinggalkan aku disini
seakan terasa lama
takut tak kembali
takut tak kau temui aku lagi

pelukan itu . . .
berharap bukan pelukan terakhir
berharap akan ku rasa lagi nanti

genggaman tangan itu
semakin tak ingin terlepas
satu pinta ku malam itu
agar hatimu tetap terjaga untuk ku

Sampai Pada Akhirnya Ku Bicara

pernah kau berkata
"aku pulang untuk mu"
nyatanya itu tak untuk ku
kamu bersama si cantik
aku diam . . .
kamu bersama si manis
aku diam . . .
kamu bersama si seksi
aku diam . . .
melihat mu bersama mereka
aku tersenyum
tersenyum dibalik tirai pilu
melihatmu bersama mereka
aku bahagia
bahagia yang penuh kebohongan
dan sampai pada akhirnya
kamu tidak bersama mereka
kamu memilih kembali untuk ku
dan aku pun masih tetap diam
diam dengan segala airmata yang tak kau lihat
diam tanpa keputusan
dan tetap seperti biasanya
lantas . . .
lantas kapan bisa aku teriak
teriak diantara deretan tangis ini
deretan tangis yang aku rasakan
sakit memang iya
pedih apalagi
semua terasa kelu
berada dalam sudut kebimbangan
antara perasaan dan logika
dan pada akhirnya ku bicara
"hati ini dulu memang terisi namamu,
namun kini hati ini tidak untuk mu"

Saturday, February 8, 2014

My Dream, My Adventure, My Everything

Pagi buta ku buka mata.Bisa dikatakan sang surya masih tertidur atau mungkin masih menyinari jutaan insan didunia barat. Prepare segala sesuatunya.
Ku lingkarkan penunjuk waktu di tangan ku, yang pada dasarnya tidak bisa lepas dari barang itu. kutangkupkan jilbab orange di leher ku sekedar menutup sedikit aurat ini, agar selalu bersama Rabb ku. Tak lupa ku tarik switter abu – abu dari tumpukan pakaian usang yang cukup lama tak terjamah, sekedar memberi kehangatan dari tingginya derajat dingin yang nanti pasti aku sentuh.
Si hitam gendut,begitulah aku menjuluki motor pribadi ku. Sebelum benar – benar ku tancap,pelan – pelan ku putar gas yang notabennya selalu berada di setir kanan. KataPapi, “biar lebih enak melajunya”. Iya Papi, begitulah aku memanggil bapak ku.Ibu sama Papi, mereka yang membimbing aku untuk mencapai segalanya. Mungkintidak hanya aku, tapi kita semua. Kita semua berfikir secara fakta, sudah tidaklagi menjadi opini “kalau untuk mencapai segalanya tak luput dari peran orangtua”. Lantas bagaimana dengan sahabat, memang terkadang kita butuh hadirnyasosok sahabat. Oh my God, tidak terkadang lagi, tapi sering bahkan selalu butuhsahabat, teman ataupun soulmate.

Untuk mencapai itu dihari ini, hari dimana semua ingin ada kebahagiaan dan perubahan. Semua yangawam dan semua yang mengerti mengatakan kalau hari ini adalah hari sakral, akanada mara bahaya, aku pun juga percaya atas dasar sebuah buku yang sebelumnya aku baca, aku tetapcuek tapi senantiasa berdo’a agar Sang Maha Pelindung melindungi ku dan kitasemua tentunya. Ku jemput sahabat ku itu yang mungkin masih tertidur pulas diranjang nya, ha ha ha ternyata tidak, dia sudah cantik dan rapi dengandandanannya. Dikenakannya blazer coklat, jilbab coklat serta celana jeans terlihatlebih casual.

Aku dengan dia samadengan KITA. Keinginan kita sama, saat itupun aku berpacu pada pepatah“kesempatan tak datang dua kali” tak mau lagi menunda, tak mau lagi mengundurhari esok, akan ku wujudkan keinginan kita, akan ku buat kau bahagia bersamaku. Ceileeehh so swet, begitu mungkin anggapan remaja alay.
Papi sudah mulai injakpedal gigi, aku pun siap memutar roda pelek bintang ini. Sudah ku rasakanpegangan erat di pinggang ku dari kedua tangan sahabat ku itu. Si hitam gendut melaju denganidealnya, bentuk separuh bulan yang tadi terlihat samar – samar, kini benar –benar hilang karenamatahari sudah menampakkan sinarnya. Keramain kota sudah mulai menghadang mata,cukup lama tak ku pandangi kota Adipura seperti ini. Jarum spidometer mungkincapek bergerak naik turun, kurang lebih menunjuk ke arah 90, cukup kencang dantak permah ku lakukan sebelumnya. Mata terfokuskan pada hamparan jalan yangtiada ujung dan berjuta lalu lalang kendaraan lain, kedua tangan berpegang kuatdan mengatur stabilitas putaran gas. Hati, hhhhmmmmm hati juga ikutberpartisipasi, bahkan mempunyaikedudukan peran yang sangat penting, berkecumik memanjatkan do’a pada Sang MahaPelindung. Diiringi dengan guyonan – guyonan sesaat, gelegar tawa bersamasahabat ku itu seakan bercengkerama dengan suara bising.

Tibalah di sebuahperkampungan yang sangat asing bagiku, bahkan hati ku bergumam dengan emosijengkel melihat kerikil – kerikil tak beraturan, tidak sedikit lho, cukup lamaaku harus melaluinya. Di depan terlihat expresi bingung di wajah papi dan ibuku, jupiter merah hitam itu tiba – tiba berhenti di sebuah warung kecil.Dihadapnya bapak – bapak paruh baya, papi ku sedikit menyodorkan pertanyaanguna meyakinkan arah perjalanan, karena saat itu kita terjebak di perempatanyang tak tau harus lurus ataukah belok, belok ke kiri ataukah ke kanan. Welll??? muncul tanda tanya juga di otak ku. Ternyata masih lurus, dan aku kembalimelaju mengikuti arah angin yang berlawanan dengan arah motor ku. Helm unguyang aku kenakan sudah mulai mengencangkan kepala, terasa pusing dan inginsegera sampai. Huuuuh, masih butuh beberapa jam pikir ku.

Jeritan ceria beriringandengan laju motor yang semakin berat untuk berjalan, rasa kagum itu semakinmembahana, suara obrolan ku dengan sahabat ku yang tadinya terdengar biasa kinisedikit menggema, sejuk dan semakin dingin, semua itu ketika ku injak danberdiri di tengah paru – paru dunia, sebuah kuasa Tuhan yang tak cukup denganhanya di acungi jempol saja. Sedikitpun tak kusadari kalau jalan yang ku laluisemakin menanjak dan semakin butuh tenaga untuk memutar gas ini. Hijau,semuanya hijau, sebuah keindahan yang jarang terlihat oleh mata. Tinggi,semuanya tinggi, pepohonan itu menjulang, semakin tinggi semakin berdetak pulajantung ini, berdetak kencang ketika sedikit ku lirik kan mata ke bawah, akutidak tau apa yang akan terjadi kalau misalkan kedua tangan yang memegang setirini oleng sedikit saja. Mungkin akan terjatuh ke perosok jurang itu, oh tidakmungkin lagi, itu sudah pasti.

Wahyoe_Zhia
Beberapa pertanyaan wujudkhawatir dari sahabat ku mulai muncul. “yakin akan meneruskan perjalanan ini?Tidak capek? Di depan masih banyak jalan berkelok, di depan masih panjang dantanjakan semakin tinggi?” Celotehsahabat ku sembari mengencangkan pegangan tangannya di pinggang ku. Aku punmenanggapinya dengan santai, karena pikir ku, disini pengendarai bukan hanyaaku, kalau mas itu, bapak itu, bisa sampai sana, aku juga bisa sampai sana.“Tapi kamu cewek, lihat dari tadi yang megang setir cowok semua, dari tadi yangmendahului jalan kita cowok semua.” Celoteh sahabat ku lagi. Jalan yang sangatberkelok dan sempit itu memacu semangat ku untuk segera mencapainya. Kalau orang lain bisamelaluinya, kenapa aku tidak ?? Disela santainya
laju motor ku, ku jumpai beberapaorang aneh di penglihatan ku, sarung lebbar itu diikat di lehernya, tidak bedajauh dengan Jubah Merahnya Superman, hahaha, tapi mereka bukan Superman, merekaorang – orang yang masih hidup dalam suku, di daerah ini di kenal dengan SukuTengger.  Di depan mungkin Papi sama Ibu juga mengkhawatirkanku, karena tak sekali dua kali mereka menengok ke belakang sekedar melihat dantersenyum kepada ku yang masih enjoy menikmati perjalanan ini.

Kekompakan Papi sama Ibuyang mengenakan Switter Doreng Korps Marinir membuat aku mudah untuk memantauketika jarak perjalanan kita semakin jauh. Papi menghentikan laju motornya, akupun juga menurunkan kaki dari scooter matic ini. Tanda kita sampai. Bola hitamdi mata ku sedikit melirik ke penunjuk waktu yang melingkar di pergelangantangan ku, 5 jam aku bersahabat dengan jalan. Iya sampai, sampai tujuan yangmemang dari awal kita tuju “Taman Nasional Bromo Tengger Semeru”. Senyumbahagia terpancar di paras Papi sama Ibuku, senyum sumringah juga terlihat dibibir sahabat ku. Hati ku terasa syahdu melihat mereka yang aku sayangi.Pelukan sederhana dengan sahabat ku, bisikan kata dari dia di telinga ku, menjadisebuah penghargaan yang tak ternilai, dua kata itu adalah “Wonder Woman”. Aku ingin teriak tapi tak bisa, bibir ini terasa kelu.Aku juga ingin berjingkrak tapi tak bisa, kaki ini terasa kaku, itu karenasaking bahagianya menatap hamparan alam yang nyata – nyata aku injak. Hawa dinginseakan menembus ke tulak rusuk paling dalam, aroma tembakau sudah terlihatmengepul dari bibir Papi ku.
Gagah,amat teramat gagah. Berdiri diatas daratan dan mengundang banyak decak kagum. Awanputih nan lembut itu mampu aku sentuh, hanya bisa menggelengkan kepala bisa mencapaipuncak ini. Dalam hati sempat bergumam, mungkin akan terasa lebih indah jika kucapainya dengan Pujaan Hati. Ya . . . . Pujaan Hati yang hingga kini tak tentuarah berlari – larian dalam pusara hati ku. Sekedar mengabadikan momen, potretsederhana Papi, Ibu sama sahabat ku semakin menunjukkan sebuah keluarga yangtiada tertandingi kebahagiannya. You Are My Everithing :*

Dari panjanglebbarnya cerita yang terurai, seperti itulah gambaran untuk mencapai mimpi,mecapai puncak keinginan kita,  mencapaikesuksesan, bahkan untuk mencapai segalanya. Semua membutuhkan pengorbanan danwaktu. Akan ada banyak hal yang menghadang di depan, banyak kerikil – kerikil tajamyang tetap harus kita lewati, banyak jalan berliku yang harus kita lalui, kalautidak hati – hati dalam mengambil keputusan, akan ada jurang yang membuat kitajatuh terperosok didalamnya, kita juga membutuhkan orang lain untuk sekedarbertanya. Tekad dan keyakinan sebagai peran utama. Dan tak lupa selalu ada orangtua dan sahabat yang senantiasa mendorong dan menemani kita.



Tuesday, February 4, 2014

Ayah, Aku ingin bercerita :)

4 Februari 2014 pukul 21:00

Di sudut kegelapan malam ini aq selalu bisa melihat senyum mu, senyum indah dimasalalu yg tak perna lekang oleh waktu, yg tak perna pudar oleh masa.

Ayah, sore ini aq berangkat ke suatu tempat. Ayah pasti ingat sekali dgn tempat ini. tempat dimana aq meraung kesakitan, menangis, bahkan menjerit. yg sampai sekarang masih sering aq rasakan. sebuah tempat dimana ayah menggendong ku, mendekapku, meyakinkan aq kalau semua itu tak akan terasa sakit. "rasanya seperti digigit semut" iya, it yg ayah katakan.

Aq takut dan mulai memejamkan mata agar tak terlihat semua benda itu, dan ketika benda tajam itu mulai bekerja, jerit sakit ku semakin kencang, salah satu alat berbunyi "ngiiiiiinnnnng . . ." itu yang paling aku takuti yah, ternyata rasanya melebihi digigit semut, setelah usai prosesnya, waktu itu Ayah tersenyum dan berkata "kamu pasti bisa melewati semua rasa sakit itu meski harus dengan menangis"

sore ini Lembok berada ditempat itu tanpa Ayah, aq pulang sama ibuk yah, diguyur hujan dibawah gelapnya langit. di Surga sana Ayah pasti mendengar ceritaku kan ???


miss u so much dad :*

Saturday, February 1, 2014

tinta hitam ini tiada henti

menyapu lembut


diatas lembaran putih


lembar demi lembar


penuh coretan sederhana


terbesit dalam lamunan


hadir Jalalludin Rumi

terkadang juga terlintas lewat


pujangga abadi sekelas Chairil Anwar


mereka seakan berbisik 


"kenapa tak kau bukukan saja? kenapa tak kau publikasikan karya2 itu?"


dan ketika bangun dari lamunan ku


tak sadar ku jawab tanya mereka


"Tidak, karna aku hanyalah PENULIS DIARY"

Tuesday, September 24, 2013

Sore itu
 
Sebelum senja pergi
sebelum sore berganti malam
bersama dia yang ku sayang
bergandeng tangan
melangkah
menuju pusara pembaringan mu
kini,
dihening malam ini
dibawah sirat rembulan
aku sendiri disudut ruang ini
ku tadahkan telapak tangan ini
bergumam kepadaNya
agar senantiasa menjagamu
kini,
bersama desir angin
ribuan bintang seakan merangkul ku
membawa ku ke kolong langit itu
dengan harapan
bisa berjumpa dengan mu disana 


Sunday, September 22, 2013


PINTA KU

Tuhan ...
kalau saat ini
kebahagiaan sedang menyelimutinya
aku akan berusaha ikut bahagia
tambahkan rasa bahagia itu dengan keceriaan

kalau saai ini
kesedihan sedang berlinang kepadanya
hilangkanlah sedih itu
rubah .. rubahlah dengan tawanya yang mempesona

kalau saat ini
airmata ada di pipinya
ijinkan .. ijinkan aku yang menghapusnya
ijinkan aku menggantinya dengan senyuman ku

kalau saat ini
sakit sedang menimpanya
segera ganti dengan kesehatan yang tiada tara

dan kalau saat ini sedang ada problema yang dialaminya
segera pertemukan dia dengan cara pemecahannya

sabarkanlah dia
kuatkan langkahnya
tegarkan hatinya
serta bisikkan kepadanya
aku disini senantiasa mendo'akan dan merindukannya

miss u :)


    UNTUK MU
( antara aku & dia )

Ada juga yang mengharapkan mu
Bukan hanya aku
Ada juga yang terpikat dengan mu
Bukan hanya aku
Tulus perhatianmu
Lembut ucapanmu
Membuat AKU dan DIA seakan luluh
Harus kau tahu
Disana ... ya ... jauh disana
DIA,
Wanita anggun itu mendambakan mu
Harus kamu tahu
Disini ... ya ... disini dalam hati ini
Aku dengan segala kecengengan ku
Dengan segala airmata ku
Juga mendambakan mu
Berusaha rela itu sakit
Berusaha ikut bahagia itu juga sakit
Kalau boleh aku meminta
Biarkan aku yang merasakan sakit ini
Jangan DIA
Untuk mu.. gandenglah tangan DIA
genggamlah hati DIA serta rangkul DIA dengan kasih sayang mu.

Monday, June 10, 2013

                 Hanya Sebait Puisi

Rasa ini begitu hebat
dan sangat menancap di hati ku
Rasa ini tumbuh
saat ke menatap senyummu
Namun aku menyadari tak ada hal
yang mampu ku perbuat tuk menggapaimu
Ku sadari walaupun bintang bersinar dilangit indah
aku tak kan mampu menggapai sinar itu
Ku sadari walaupun rasa cinta ini begitu agung
aku tak kan mampu menggapai cinta itu
Aku ingin mencintaimu
Tanpa harus kehilangan senyummu
Aku ingin mencintaimu
Meski harus ada luka
Kini, sebait puisi mengantar aku
Menunjukkan rasa cinta ku terhadap mu




                  Penaku Menari

Ku biarkan pena menari
Melukiskan isi hati ku saat ini
Ku siratkan tinta emas
Agar terlihat lebih nyata

Ku biarkan pena menari
Diatas lembaran putih
Mengisinya dengan bait - bait indah
Melukiskan isi hati ku saat ini

Ku biarkan pena menari
Menorehkan segala yang ku rasa
Tak pernah berhenti
Menari dan terus menari





              HBD to u

Detik ini ..
aku ingin kamu tersenyum
Detik ini ..
aku ingin kamu bahagia
Detik ini ..
aku ingin kamu berada di tengah cahaya lilin
Cahaya dengan penuh harapan
kamu mampu meraih kecerahan hidup
Saat ini ..
andai bisa ku rajut kata indah
di sela goresan pelangi
tentunya kan ku persembahkan untukmu
Andai bisa ku ukir kata di tengah kerlipan bintang
Pasti semua mata tertuju padanya
namun itu hanya ku persembahkan untukmu
Rajutan kata itu ...
Ukiran kata itu ...
adalah sebuah kata Happy Birthday to you