Tuesday, November 15, 2016

Assalamualaikum wr. wb
Selamat datang di Blog pribadi nya seseorang wanita yang sempat hadir di hidup mu wahai Ikhwan ..

Iya Ikhwan .. kini saaat nya engkau mengetahui suatu hal yang belum kau ketahui, aku akan menyampaikan apa yang dia rasakan kepada mu selama ini, baca dan pahamilah tulisan ku ini sebagai wakil dari isi hati nya.

Dia berbunga - berbunga ketika mendengar pernyataan mu meski  hanya melalui cuplikan suara. Dia menangis mendengar semua itu. Pagi itu dia bercerita kepada seseorang yang mempunyai surga di telapak kaki nya, yang tak lain adalah Ibu nya. Dan ternyata benar apa yang menjadi firasat ibu nya akhir - akhir ini. waktu itu ibunya pernah bilang "dilihat aja dalam waktu dekat dia pasti mengutarakan apa yang dia maksud", dan ternyata benar kamu mengutarakan semua maksudmu kepada anak gadisnya. Banyak nasehat yang diutarakan. Dia sempat berucap kepada mu "Minta Waktu", itu bukan semata bingung mau jawab apa, tapi lebih kepada waktu untuk menyiapkan diri dan waktu untuk melihat kesungguhan mu.

Ketahuilah wahai Ikhwan ...
dia sengaja mendengar dan menerka apa yang dibicarakan orang - orang disekitarnya, karena dia ingin banyak orang yang bahagia jika melihat hubungan kalian. Dan sejauh ini, hingga tulisan ini terpampang di Blog, belum ada orang yang ditemui melarang hubungan kalian, semua yang ditemuinya mendukung, memberi restu, dan menyuruh menyegerakan. Namun, dia tak bisa berbuat apa - apa, dia menunggu mu kembali, dia menunggumu untuk membicarakan hubungan kalian.

Dia meminta maaf atas ketidak pekaan hati nya, itu hanya karena dia tak ingin seperti perempuan lain yang pernah ada di masalalu mu. Tapi dia juga jengkel, ketidak pekaan hati mu juga dia rasakan, karena dia juga menaruh harap terhadap mu. Hati perempuan memang sulit dipahami, tapi jika kamu sayang, kamu pasti bisa menyelami hati nya, ketahuilah perasaan dia dari bentuk perhatian - perhatian kecilnya.

Seakan ada tebing tinggi yang menghalangi langkahnya untuk berusaha lebih mendekat dikehidupan mu. Tebing tinggi itu adalah sebuah rasa tidak percaya diri yang sangat besar. Ketahuilah, apa yang dia cari sudah ada didepan matanya, tapi halangan yang besar juga menghalangi pandangannya. Dia tidak percaya diri, dia takut, apa dia bisa berada di tengah - tengah keluargamu yang bernotaben lebih dari terpuji, yang berlatar belakang sangat baik. Sedangkan saat ini dia hanya sebagai apa, dia tidak mempunyai apa - apa, tidak cantik, tidak cerdas, juga tidak ber profesi, dia hanya berandalkan hatinya sendiri yang selalu berusaha menjadi orang baik. Terutama untuk profesi, itu yang menjadi beban berat menurutnya. Lantas bagaimana tanggapan mu wahai Ikhwan ??? Siapkah kamu menerima dia apa adanya ???

Banyak yang harus kamu ketahui, salah satunya apa yang dia lakukan saat dia merindukan mu ??? Dia membaca cuplikan chatting di BBM dan WA yang kamu kirim, dia sengaja menggunakan foto - foto saat kalian bersama sebagai walpaper handphone nya, agar setiap saat dia bisa melihatmu ada di genggaman tangannya, dia juga memasang foto - foto saat kalian bersama di komputer pribadi tempat dia bekerja, dengan alasan dia ingin kamu selalu ada didekatnya dalam keadaan serumit apapun ditempat kerjanya. Dia selalu menunggu jika lama tak ada chatt dari mu. Lantas bagaimana dengan mu ? Pernahkan kamu merfasakan rindu yang seberat itu ?  Pernah kah kamu juga merindukan dia dengan rindu yang sedalam itu? Dia pun sering menangis menahan rasa rindu yang dia pendam sendiri. Dia juga merindukan panggilan bidadari itu, yang pernah kau lakukan disaat dia terbaring sakit,  dia tersenyum bahagia membaca chatt di BBM mu. 


Ketahuilah wahai ikhwan,  secara tidak langsung dia menerapkan dan selalu mengingat nasehat - nasehat yang pernah kau utarakan terhadapnya.  Coretan mu di buku ungu miliknya,  yang kamu tulis dimasa kecilnya,  tak pernah ia lupakan hingga ia tumbuh dewasa seperti saat ini,  sesekali dia membuka dan membacanya sekedar untuk menetralisir hati nya sendiri kala ia gundah gulana.

Nama panjang mu,  yang juga kau tulis sendiri malam itu,  menjadi penguat tersendiri untuk dia saat ini,  dia pun juga tidak mengerti ada apa dengan semua ini,  yang dia tau hanyalah semenjak kamu mendekatinya,  semenjak kamu memberikan perhatian-perhatian kecil terhadapnya,  dia tidak mau kehilangan semua itu.  Sebenarnya dia sangat peka dengan sikap mu,  hanya saja dia menjaga diri nya sendiri karena dia takut salah persepsi. Iya kalau kamu beneran sayang dan beneran menginginkan dia menjadi kekasih mu,  kalau tidak bagaimana dengan perasaan dia,  dia takut dibilang ke GR an.  Pahamilah perasaan dia wahai ikhwan... 

Ini paragraf terakhir dan menjadi paragraf paling penting yang harus kamu perhatikan..  
Andai saja kamu bisa mendengar isi hatinya malam itu,  mungkin kamu juga akan berbunga-bunga mendengarnya.  Dia menjawab semuanya dalam hati, hanya dia dan Tuhan nya yang tahu,  dia berucap "iya aku menerima mu,  bersedia bersama - sama menjalankan ibadah bersama mu, aku menerima mu menjadi imam ku,  dan aku akan mendampingimu dalam keadaan apapun".

Sekian tulisan ku ini,  itu hanya secuplik uangkapan dari dia yang harus kamu ketahui wahai Ikhwan.. 
Wassalamualaikum, wr.wb


Slamet Ariestyawan Pradianto
01061984
Wahyu Rimbi Mayangsari
29121992

Tuesday, May 17, 2016



"At The First Sight"

Ada canda di matanya
Mulai tergoda
Pipiku memerah
Adatawa ditingkahnya
Mulai menunggu
Selalu ingin bertemu
Ku tatap lebih dekat
Ada pandangan yg berbeda
Apa mungkin itu cinta
Yang ada di bola matanya
Entahlah, aku masih ragu
Ku coba dengan hati
Saat ia menghampiri
Gejolak itu semakin terasa
Berhadapan tanpa jarak
Duduk berdua sedekat itu
Berdetak dan semakin kencang
Yang kata musisi
Seperti genderang mau perang
Rasa hati ketika memandangnya
Hingga saat dimana dia harus pergi
Melambaikan tangan
Berpamitan hanya di maya
Ku rebahkan tubuh ku perlahan
Menangis tersedu dan bertanya
Akankah kita bersua lagi ?
Yakin dengan rasa ini
Ini cinta ... at the fisrt sight


"Dalam Sendiriku"

Dalam hening sendiriku
Aku tersenyum malu
Membaca indah pesan mu
Tertata rapi di hp ku

Dalam sunyi sendiriku
Aku tertawa bahagia
Mengingat canda tawa kita
Kau menyapaku dikejauhan sana

Dalam sepi sendiriku
Aku menangis terisak
Dibalik balutan selimut tebal
Ku rasakan rindu yg menghujam

Dalam gelap nya sendiriku
Aku memandang bayangan mu
Serasa ingin ku membelai pipi mu
Ku katakan "aku sayang"

Dalam sendiriku
Aku merasa gila
Karna mencintai mu
Entah bgaimana dgn mu ????


AIR MATA SEPANJANG JALAN
Tenggelam nya surya di ufuk barat
Menjadi saksi berlinang nya air mata ku
Melaju tak tentu arah
Emosi merajuk meluapkannya di jalan lurus itu
Ada air mata di sepanjang jalan
Ku dapati sosok itu dihadapan ku
Sosok yang kuharapkan utk menghapus segala duka
Tapi mungkin dia sudah tak peduli
Menengok pun enggan
Aku bagaikan angin yang hanya berhembus sebentar dihadapan nya
Atau bagai daun kering yang jatuh dan berterbangan
Tak mempunyai arti
Bahkan air mata ku pun tak di gubris
Biarkan di jalan sore ini aku meluapkannya
Tersedu – sedu tanpa ada yang mendengar
Jutaan mata di atas kendaraan yang berjalan bagai siput
Menatap ku terheran – heran
Aku bisa membaca pikiran mereka
Gadis ini kenapa ? apa dia gila menangis sepanjang jalan
Ah .. tak ku gubris juga
Ada harapan di setiap tetesnya
Kamu mam pu menghadirkan kembali
Tawa ku yang tlah lama hilang

Saturday, March 26, 2016

"Rindu"
Wahai sepi ...
Hadirmu kian menemani
Menemani rinduku yang tak bertepi
Wahai Sunyi ...
Semakin aku teringat saat itu
Saat kau bunuh aku dengan diam mu
Kubangan air di mata ku
Penuh dan menetes perlahan
Tahukah kau wahai kumbang?
Ada setumpuk rindu yang membelenggu
Dan aku sakit menahannya sendiri

Friday, March 25, 2016

"Akan ada waktu" 

Ada harapan kecerahan mentari
Membawa cerahnya cinta ku pagi ini
Sederhana saja ...
Hargai rasa rindu ku sebagai kekasih mu
Jangan biarkan rasa rindu ini tersapu angin
Aku diam
Menunggu mu melemparkan senyum
Aku diam
Karna aku teralu takut
Takut untuk menuntut
Takut mengusik dunia mu
Aku diam
Menunggu semua lelah mu hilang
Aku diam walau terabaikan
Tapi aku yakin
Langit tak pernah meninggalkan awan
Akan ada waktu
Untuk bintang bercengkrama dengan bulan