Saturday, February 1, 2014

tinta hitam ini tiada henti

menyapu lembut


diatas lembaran putih


lembar demi lembar


penuh coretan sederhana


terbesit dalam lamunan


hadir Jalalludin Rumi

terkadang juga terlintas lewat


pujangga abadi sekelas Chairil Anwar


mereka seakan berbisik 


"kenapa tak kau bukukan saja? kenapa tak kau publikasikan karya2 itu?"


dan ketika bangun dari lamunan ku


tak sadar ku jawab tanya mereka


"Tidak, karna aku hanyalah PENULIS DIARY"

No comments:

Post a Comment