tinta hitam ini tiada henti
menyapu lembut
diatas lembaran putih
lembar demi lembar
penuh coretan sederhana
terbesit dalam lamunan
hadir Jalalludin Rumi
terkadang juga terlintas lewat
pujangga abadi sekelas Chairil Anwar
mereka seakan berbisik
"kenapa tak kau bukukan saja? kenapa tak kau publikasikan karya2 itu?"
dan ketika bangun dari lamunan ku
tak sadar ku jawab tanya mereka
"Tidak, karna aku hanyalah PENULIS DIARY"

No comments:
Post a Comment