Saturday, June 21, 2014

"Setelah Hujan Pagi Itu" 

created By :

Wahyu R. Mayangsari :)

10 Mei 2014 pukul 13:15
Ingin rasanya aku memutar waktu, waktu yang dulu sebelum mengenal cinta, hanya mengenal cinta dari orang tua. Tapi apa mungkin itu bisa aku lakukan ? ah tidak, aku dan kalian yang membaca tulisan ini tidak bisa, memang tidak akan bisa, kita semua tahu kalau waktu itu terus berjalan.

Ingin rasanya aku kembali, kembali ke masa yang lalu, masa dimana masih ada Engkau disamping ku, masih ada Engkau yang memeluk ku, masih ada Engkau yang menemani hari - hari ku, yang selalu ada di setiap moment - moment terpenting ku, dan Engkau yang selalu berusaha membuatku bahagia. Semua itu bisa aku rasakan dimasa dulu, kala aku masih kecil, kala aku masih remaja. Iya remaja, waktu itu aku mengenal kamu dan aku mulai mengenal cinta, mulai merasakan rasa yang aneh dan bergejolak di dalam hati.

Kalau waktu itu aku tahu bagaimana rasanya menjadi dewasa, aku pasti tidak akan mau menjadi dewasa, aku ingin terus menikmati masa kecil dan remaja ku bersama Engkau "Bintang Hidup Ku", Bintang yang tidak hanya ada di langit waktu malam hari, tapi Bintang yang ada disisih ku di waktu apa pun. Semua yang indah itu seakan terasa berhenti, dan seakan aq tidak bisa merasakan keindahan lagi. Dan memang iya, setelah Hujan Pagi itu sampai hari ini aku belum bisa merasakan keindahan yang sesungguhnya.

Setelah Hujan Pagi itu, aku mulai di pertemukan dengan kedewasaan, mulai mengerti sebuah arti berkorban dan tidak lagi mementingkan ego. Mulai dihadapkan pada sebuah keputusan yang teramat berat untuk aku putuskan, sebuah pemikiran dewasa yang tidak semua gadis mempunyai pemikiran untuk memutuskan sesuatu seperti itu. Harus memutuskan suatu hal untuk kebahagiaan dan kebaikan bersama. Setelah Hujan Pagi itu, benar - benar aku merasakan kesendirian, benar - benar mengetahui mana yang nama nya Saudara, dan mana yang namanya Teman. Mereka semua mungkin menganggap aku masih sangat kecil untuk ikut - ikutan masalah seserius itu, tapi aku tahu, aku tahu semuanya, ada sedikit hak yang harus aku peroleh, dan nyatanya mereka tak peduli dengan ku. Hahaaha, aku diam dibalik tertawa ku,  aku diam dibalik tangis ku, aku diam dan yakin suatu saat aku bisa mempunyai itu semua atas usaha ku sendiri tanpa meminta kepada mereka. Satu lagi, aku diam dan membiarkan mereka menikmati kehidupannya saat ini, Bintang Hidup ku juga pasti mengetahui apa yang terjadi.

Aku tidak mau menjadi dewasa, tapi keadaan yang memaksa untuk aku menjadi dewasa, semua tindakan yang hendak dilakukan harus dipikir dengan logika dan secara logis, dan lagi - lagi tidak boleh mementingkan kesenangan ku sendiri. Menjadi dewasa itu beban, setiap tindakan dan perilaku akan dinilai oleh penonton, menjadi dewasa itu tanggungan, semakin banyak tangung jawab yang di pegang dan harus diselesaikan. Satu lagi, menjadi dewasa itu membingungkan, sesuatu yang belum saatnya aku pikirkan tapi harus menjadi beban pikiran ku dan memaksa aku untuk bisa menyelesaikannya, membingungkan memang, karena sebagian orang menilai aku masih seperti anak kecil, padahal sudah sangat banyak suatu hal yang menuntut aku untuk menjadi dewasa. Singkat saja “kedewasaan seseorang tidak harus dipaksakan, dan kedewasaan itu akan terlihat ketika dia menyikapi segala hal yang dihadapinya”

Dan disaat aku menjadi dewasa, aku tidak lagi melihat Engkau setiap aku membuka mata. Tapi cahayamu masih sangat bersinar diantara bintang – bintang itu, Engkau pasti menyaksikan jalan ku di dunia ini, Engkau tak ada lagi disisih ku tapi Engkau ada di hati ku, dan sampai kapan pun akan tetap di hati ku.
Aku bersikap lebih dewasa Setelah Hujan Pagi Itu, hanya diriku dan Tuhan yang tahu setiap langkah dan isi hati ini. Ah, menyebalkan, bosan, jenuh, ingin aku melawan, tapi ini sudah Takdir dari Sang Maha Hidup. Berharap dan berusaha untuk mewujudkan keindahan.
Setelah Hujan Pagi Itu, dan dari sekian panjangnya tulisan ku ini, tidak banyak yang bisa aku lakukan, mungkin hanya bisa bernyanyi, bernyanyi dalam hati, hanya aku dan Tuhan yang mendengarnya.

"Dimana akan kucari
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi

Untuk Ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata dipipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Denganmu aku bernyanyi"

No comments:

Post a Comment