oleh : Wahyu R.Mayangsari
aku duduk disini
menyaksikan lembaran daun
tersapu oleh angin
sesekali debu menerpa pandanganku
Aku duduk disini sendiri
merasakan rindu sore hari
rindu berbeda yang teramat menggebu
rindu kepadamu
Aku disini bicara sendiri
kepada rumput itu
aku bercerita tentang kerinduan ku
tak peduli ilalang menertawaiku
Aku juga bertanya
bertanya kepada awan sore
kapan aku bisa duduk disini bersamanya
menyaksikan kebersamaan burung menari - nari
menyaksikan layang - layang terbang tinggi
Akupun bertanya kepda lembaian daun
kapan aku bisa duduk disini bersamanya
bercengkerama berdua
mewujudkan rasa rindu sore ini
"Dia Akan Tahu"
Dia tidak pernah tahu
Tapi suatu saat dia akan tahu
Dia akan tahu
Kalau airmata ini untuknya
Senyum ini juga untuknya
Dia akan tahu
Kalau di sela penantian ini
Ada harapan bunga bermekaran
Kalau di sela kesabaran ini
Ada harapan pelangi akan semakin berwarna
Tuhan . . .
Ijnkan dia mengetahui
Mengetahui isi hati ku
Isi hati yang bertuliskan namanya
Ijinkan dia mengetahui
Mengetahui kehendakku
Yang ingin ku wujudkan bersamanya
Aku Menulis Untuknya
sebenarnya kita dekat
hanya saja tidak untuk sekarang
lalu kapan ?
entahlah . . .
untuk mu diseberang sana
jaga diri . . .
banyak yang menunggumu kembali
untuk mu yang tak pernah ku tatap parasnya
kamu akan melihat senyumku
karena aku akan tersenyum
melihat telapak kaki mu
berhenti sejenak di pintu gubuk itu
untuk kamu yang tak pernah ku dengar suaranya
jika suatu saat tak menjadi sepasang kekasih
hati ini tetap menerima mu
sebagai sahabat dibagian lingkaran hidup ku
sebagai seseorang yang menyayangi ku
untuk kamu yang hadir dalam maya ku
aku bisa merasakan sayang itu
aku bisa mendamba cinta itu
melalui bintang - bintang yang setiap malam menemani lamunan ku
untuk kamu yang sempat datang di mimpi ku
aku menunggu ucapan mu
ucapan diwaktu yang lalu
"aku akan pulang"
untuk kamu di negeri org melayu
satu pesan mu yg tk mgkin ku lupa
dan satu puisi ini yg aku tulis brsma airmta
untuk mu ...
Wahyu R.Mayangsari
hanya saja tidak untuk sekarang
lalu kapan ?
entahlah . . .
untuk mu diseberang sana
jaga diri . . .
banyak yang menunggumu kembali
untuk mu yang tak pernah ku tatap parasnya
kamu akan melihat senyumku
karena aku akan tersenyum
melihat telapak kaki mu
berhenti sejenak di pintu gubuk itu
untuk kamu yang tak pernah ku dengar suaranya
jika suatu saat tak menjadi sepasang kekasih
hati ini tetap menerima mu
sebagai sahabat dibagian lingkaran hidup ku
sebagai seseorang yang menyayangi ku
untuk kamu yang hadir dalam maya ku
aku bisa merasakan sayang itu
aku bisa mendamba cinta itu
melalui bintang - bintang yang setiap malam menemani lamunan ku
untuk kamu yang sempat datang di mimpi ku
aku menunggu ucapan mu
ucapan diwaktu yang lalu
"aku akan pulang"
untuk kamu di negeri org melayu
satu pesan mu yg tk mgkin ku lupa
dan satu puisi ini yg aku tulis brsma airmta
untuk mu ...
Wahyu R.Mayangsari
No comments:
Post a Comment