"Teruntukmu Belahan Jiwa ku"
Ini narasi indah sebelum aku kau miliki
Cerita bagai angka 8
yang tiada putus
Hingga awal bertemu dengan akhir
Matahari belum tenggelam
dan cerita ku belum berhenti
Tahukan engkau belahan jiwa ku
Ada rasa yang pernah terpendam sekian tahun
Ada rasa tanpa alasan
Yang tiada pernah aku dapat balasan
Tak lihatkah kau belahan jiwaku
Aku sering menangis tersedu
Menangis tersakiti dan menangis menyakiti
Menangis karena membuang
dan menangis karena terbuang
Pahamilah belahan jiwa ku
Aku pernah menunggu kuncup bunga bermekaran
Tak kunjung mekar durinya menusukku
Aku pernah menyerahkan ketulusan ku
Namun yang ada hinaan menerpa ku
Sebelah mata mereka memandangku
Aku minta ...
Tunggulah aku dengan sabar mu
Hingga aku mampu
menjadi pribadi terbaikmu
Hingga aku pantas
menjadi pembahagiamu
Untuk mu dan orang tua mu
Peluk lah aku nanti
Ketika menjadi kekasih halal mu
Dan narasi indah ini
Berhenti di kamu Belahan Jiwa ku
No comments:
Post a Comment